Kabar

Abangku adalah orang yang paling jarang memberi kabar. Baginya tak ada kabar adalah kabar baik. Aku mulai sedikit memahami kondisi Abangku. Sebagai sesama anak rantau, kami tak banyak menghabiskan waktu di rumah. Banyak yang tidak kami ketahui tentang rumah. Banyak momen yang kami lewatkan. Terutama setelah mamaku sakit. Beliau berjuang luar biasa melawan penyakitnya semenjak tahun 2016. Tak banyak yang kami bisa lakukan sebagai anak. Aku tahu Abangku yang paling terluka perihal ini. 

Aku hanya pernah satu kali melihat Abangku menangis. Waktu itu, pukul 10 malam, mama dan papa juga adikku yang hari itu pergi ke Padang tak kunjung pulang. Aku yang memanfaatkan momen itu untuk menonton sampai malam, Abangku menangis sambil sesekali mengecek keluar rumah. Mengecek dengan penuh khawatir sampai menangis.

Abangku, yang aku tak tahu pundaknya terbuat dari apa, harus menanggung banyak hal, harus dihadapkan pada takdir Allah yang seperti sekarang. Jauh dari rumah dengan pikiran dan hati yang selembut itu. Beliau yang paling khawatir saat ada telfon. Semoga kabar baik selalu menghampiri kami sekeluarga. Aamiin ya rabbal alamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berakhir