Aku pernah jatuh cinta. Cinta pertama, saat masuk SMA. Aku pendam cukup lama, 11 tahun. Aku pikir hanya masalah waktu. Tapi semakin lama, semakin menyakitkan. Jatuh cinta sendirian. Aku kira aku akan baik-baik saja selama aku menyukainya, tapi semakin bertambah usia, aku semakin lelah. Saat diterima bekerja di Jambi, aku ingin melihatnya. Bahkan aku sengaja ikut buka bersama teman-teman SMA di Padang, di tempat kerjanya, berharap bisa bertemu. Ada yang ingin ku katakan padanya. Tapi tak pernah ada kesempatan itu. Sampai akhirnya, setelah bekerja beberapa tahun, aku mengutarakan perasaanku padanya lewat pesan singkat. Dia tak menjawab apa-apa. Tak ada balasan. Hatiku patah, aku menangis cukup lama, sangat menyakitkan. Lalu aku bertemu seseorang. Dia berkata bahwa dia menyukaiku, tak hanya sekali. Dia membawa angin segar. Aku yang patah, bisa bangkit lagi. Aku berusaha lebih keras untuk bertahan. Redflag yang harusnya jadi tanda berhenti, aku warnai sendiri jadi warna hijau. K...