Saat bersih-bersih malah terjebak nostalgia. Membaca kembali catatan lama di laptop dari 2018 hingga kini, ya ampun. Banyak hal yang sudah di lewati, Alhamdulillah. Campur aduk. Ada rasa malu, ada sedih, bahagia, dan kecewa. Kalau dipikir memang perlu melewati itu semua untuk jadi aku yang sekarang. Kalau tak melewati rasa sakit tak terbentuk sistem imunnya. Kalau tak melewati rasa sedih, tak akan berhati-hati soal perasaan. Ada beberapa sesal Coba dulu responnya gini, coba dulu gak ditanggapi, coba dulu gak usah serius, coba dulu gak ketemu, coba dulu gak angkat telfon, coba dulu gak suka, mungkin gak perlu ribut. Kan orangnya juga biasa aja kalau dipikir sekarang, malah jahat, mungkin diri sendiri sudah jadi beban juga buat orang lain karena harapan yang ketinggian. Tapi kalau gak melewati fase itu, gak akan setegar dan serasional sekarangkan?