Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2023

Abang (1)

Salah satu hal yang aku sukai dari bumi ini adalah abangku. Beliau memiliki banyak tanggung jawab. Aku melihatnya menangis pertama kali saat kedua orangtua kami pulang larut malam dari perjalanan luar kota. Bagiku, hari itu hari yang menyenangkan karena bisa menonton TV sampai malam, tapi bagi abangku hari itu adalah satu hari yang membuat khawatir hingga membuatnya menangis.

Malam

Suatu malam aku terbangun, bergegas ke kamar Ibuku untuk mengecek "apakah masih berdenyut jantungnya? Apakah masih bernafas?". Malam yang penuh khawatir. Aku lalu tidur di samping beliau, malam-malam selanjutnya begitu.

Harga Diri

Aku belajar tentang harga diri. Aku tak lagi merasa terluka saat ingin melakukan hal yang ingin aku lakukan. Walaupun mendapatkan penolakan, harga diriku tak akan terlukai karenanya. Aku belajar menerima bahwa aku tak bisa memaksakan ekspektasiku pada tindakan orang lain. 

Jatuh cinta

Aku bertanya pada diriku sendiri, apakah aku bisa jatuh cinta lagi?  Hahaha bagiku jatuh cinta pertama itu seperti di film-film. Saat SMA, aku jatuh cinta pada seorang anak laki-laki yang menulis surat cinta untuk senior. Padahal aku hanya jadi pendengar saat surat itu dibacakan di hadapan warga sekolah. Aku malah jatuh cinta, ya ampun. Bertahan begitu lama cinta itu, namun seiring waktu memudar, karena nyatanya aku berharap ingin dicintai juga olehnya. Awalnya kukira akan baik-baik saja mencinta sendiri. Aku fokus pada studiku, aku tak pernah galau soal cinta karena bagiku dia sosok idaman yang istimewa. Memandangnya dari jauh, untuk waktu yang cukup lama.  Seiring bertambahnya usia, aku mulai bertanya-tanya, apakah ada masa depan untuk kami berdua? Aku berusaha memberitahunya. Tapi mungkin memang rasa ini hanya punyaku. Aku ingin dicintai olehnya, karena gengsi dan bentuk perlindungan diri. Aku mengirimkan pesan yang kukira akan jadi pesan terakhir untuknya. Aku akan mengakh...