Tak lupa
Aku pikir kamu berhutang maaf. Setelah membaca blog ini lalu sengaja memprovokasi seseorang untuk mengintimidasiku menghapus tulisan disini aku marah, kesal bukan main. Kenapa mengaturku? Setiap kali membuka blog ini, aku teringat lagi kata-kata itu, "tulisanmu tak enak dibaca". Rasa kesal dan marah datang lagi. Aku kira akan menjadi lega dengan kata maaf, tapi yang aku butuhkan ternyata bukan maafmu, karena aku tahu kamu tak punya isi hati dan kepala. Aku butuh waktu untuk menerima bahwa ada orang yang seperti itu dan aku tak bisa mengontrolnya.