Cinta yang salah

Aku pernah jatuh cinta. 

Cinta pertama, saat masuk SMA. Aku pendam cukup lama, 11 tahun. Aku pikir hanya masalah waktu. Tapi semakin lama, semakin menyakitkan. Jatuh cinta sendirian. Aku kira aku akan baik-baik saja selama aku menyukainya, tapi semakin bertambah usia, aku semakin lelah. 

Saat diterima bekerja di Jambi, aku ingin melihatnya. Bahkan aku sengaja ikut buka bersama teman-teman SMA di Padang, di tempat kerjanya, berharap bisa bertemu. Ada yang ingin ku katakan padanya. Tapi tak pernah ada kesempatan itu. Sampai akhirnya, setelah bekerja beberapa tahun, aku mengutarakan perasaanku padanya lewat pesan singkat. Dia tak menjawab apa-apa. Tak ada balasan. Hatiku patah, aku menangis cukup lama, sangat menyakitkan.

Lalu aku bertemu seseorang. Dia berkata bahwa dia menyukaiku, tak hanya sekali. Dia membawa angin segar. Aku yang patah, bisa bangkit lagi. Aku berusaha lebih keras untuk bertahan. Redflag yang harusnya jadi tanda berhenti, aku warnai sendiri jadi warna hijau. Kulanjutkan, keras kepala, padahal sudah terpampang nyata bagaimana yang sebenarnya. Aku menutup mata. Lalu berakhir patah lagi, lebih hancur kali ini. Dibohongi, direndahkan, dipermainkan. Sakit hatinya bertahan cukup lama. Akhir yang tak diharapkan. 

Seperti membaca buku, bagian akhir akan membawamu pada awal yang baru. Kisah baru. Aku mulai bangkit perlahan. Rasanya tak mudah. Aku cari masalahku dimana. Ternyata selama ini aku tak begitu mencintai diriku hingga mencari cinta yang salah. Aku berupaya terlalu keras agar yang benar tetap ekspektasiku. Bertahan walau direndahkan. Berupaya mati-matian bersama seseorang yang bahkan hatinya bukan buatku. Kenapa aku seperti itu? Aku tak begitu mencintai diriku. Padahal aku layak dicintai, aku tak pantas diperlakukan seperti ini. Harusnya saat aku diperlakukan semena-mena, aku langsung pergi. Aku lebih berharga dari semua omong kosong itu. 

Cinta yang salah, darinya aku banyak belajar. Aku tak menyesal. Karena cinta ini membawaku ke tempat yang benar. Aku menemukan diriku. Aku yang lebih menghargai diriku. Aku yang lebih mencintai diriku. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berakhir