Membaik

 Segalanya membaik, lebih dari yang aku kira. 

Sekalipun selalu mengusahakan yang terbaik dalam hidup, nyatanya aku tak pernah benar-benar tahu apa yang terbaik untukku. Aku mengalami penolakan, kegagalan, dan hal-hal tak menyenangkan lainnya, beberapa rencana dipatahkan Allah. Ku pikir itu sesuatu yang buruk, menyakitkan. Nyatanya saat percaya bahwa segala hal sudah direncanakan dengan sangat baik oleh Allah. Hatiku semakin tenang, yang inipun akan berlalu dan semuanya akan membaik. Aku akan baik-baik saja, bahkan lebih dari yang aku kira. 

Penolakan, tak lagi kuterima secara personal. Pandangan oranglain tidak akan mengubah nilai diriku. Akulah yang paling berhak menilai diriku sendiri karena aku orang yang paling dekat dengan diriku, aku yang paling mengenal diriku. Apakah karena aku tak layak? Setiap orang layak untuk dipilih, tergantung siapa yang memilihnya dan aku seharusnya bisa memilih diriku sendiri.

Kegagalan dan keterlambatan adalah upaya penyelamatan Allah dari hal-hal yang akan menyakitiku di masa depan.

Lalu, sudah memaafkannya?
Ya, aku maafkan karena itu bagianku. Dia mau menyesal ataupun tidak, itu bukan bagianku, itu urusannya. Aku tak akan membawa beban berupa benci, marah, dan kesal ini kemana-kemana. Terlalu berat dan mengikat. Aku ingin bebas, mengenal orang baru tanpa rasa takut, memperluas pertemananku tanpa takut ditolak ataupun ditinggalkan. Ada aku yang bersama diriku.

Dia lebih bahagia?
Itu bukan urusanku. Urusanku adalah kebahagiaanku. Kebahagiaan orang lain bukan tanggung jawabku, akupun tak akan iri dengan urusannya yang satu itu. Dunia ini penuh dengan hal-hal baik yang cukup untuk semua orang. Akupun akan menemukan kebahagiaanku sendiri. Dia bahagia, itu juga karunia Allah, karena Allah membaginya pada semua orang, terus mau protes gitu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berakhir