Postingan

Kehilangan

Mama sudah pergi Mama sudah tak sakit lagi

Kalut

Agak kalut belakangan ini. Melihat kondisi Mama, semoga ada keajaiban dari Allah. Mama tampak berbeda, semoga semangat beliau masih ada Ma, mari berjuang lagi 

Aku (pernah) mencintainya

Kadang aku masih memikirkannya. Aku menyadari betul bagaimana perasaanku (pernah) begitu nyata padanya. Aku pernah sesuka itu dan tak bisa lebih suka lagi dari ini. Setelah pengkhianatan kemarin, aku tak pernah memintanya untuk memilih aku saja, atau bertahanlah denganku, kita coba lagi. Aku memilih pergi saat itu juga. 

Tak siap

Kamu tahu betul kondisinya, dia belum jadi apa-apa tapi sudah memainkan  perasaan perempuan Level moral yang berbeda, dia berbohong dan mengajak orang lain berbohong Dia menghubungi wanita lain saat masih bersama kamu, dia tidak memperlakukanmu dengan baik Dia tidak pernah membalas kebaikanmu, yang dia lakukan hanya berdusta, berkhianat bahkan memfitnahmu. Saat perempuan itu jauh, dia menghubungimu lagi, katanya ingin membangun komunikasi. Bagaimana bisa memiliki hubungan dengan laki-laki yang bahkan tak tahu maunya apa, dia tak bisa dipercaya. Makannya bahkan dibayari perempuan itu, apa menurutmu kamu bisa menjalani hidup dengannya? Dia bahkan tak bisa menimbang mana yang baik dan buruk Dia tak tahu prioritas, Ibunya seringkali dijadikan alasan untuk menutupi kebohongannya Apa yang bisa kamu percaya dari laki-laki seperti itu?

Berakhir

Kepada seseorang yang pernah aku cintai dengan seluruh keyakinan, dan kepada diriku sendiri yang pernah terluka begitu dalam, Aku menulis ini bukan karena aku masih ingin mempertahankan kita. Aku menulis karena aku ingin benar-benar selesai . Hari itu, 4 Juni 2025, bukan hanya tanggal yang menandai pengkhianatan. Itu adalah titik balik di mana aku dihadapkan pada kenyataan bahwa orang yang aku cintai dengan tulus, ternyata tidak memilih hal yang sama. Kamu memilih pergi bersama orang lain — dengan cara diam-diam, menyembunyikan, dan melibatkan orang-orang yang aku anggap teman untuk menutupi perbuatanmu. Aku masih ingat betapa pedihnya saat aku meminta kebenaran kepada Diding dan Ocha. Saat aku memohon — bukan sebagai perempuan lemah, tapi sebagai manusia yang hanya ingin menyelamatkan harga dirinya. Aku merasa malu, hancur, marah, dan sendirian. Tapi aku tetap bertahan. Aku tetap memilih kejujuran, meski yang kuterima adalah luka. Kemudian kamu datang, meminta maaf. Aku mendengar...

Siap

Hari itu Mama menelfonku. Mama berkonsultasi ke dokter dan meminta rujukan ke bagian bedah. Mama sudah bersiap, itu kata beliau lewat telfon. 

Baiknya

Temanku bertanya, apa hal yang membuatmu pernah menyukainya?  Aku tertegun, tak ada kebaikannya yang bisa kusampaikan hari itu. Aku menjawab, "apa ya Mbak?" Ya, aku tak melihat karir, pendidikan, dan harta yang dia punya. Dahulu aku bisa melihat kebaikan pada dirinya. Sekarang hanya keburukannya yang terlihat.  Aku sudah selesai dengan perasaanku. Dia tak ada lagi disini.

Jujur

Aku tak tahu akan berapa lama, tapi kuharap cinta ini nyata Entah sampai kapan, tapi aku ingin merasakan cinta yang benar-benar ada Apakah kamu sungguh-sungguh?  

Kasih

Aku senang kamu merasa dicintai olehku Tapi apa kamu memikirkan bagaimana perasaanku? Apakah aku penting buat kamu? Apa kamu ada waktu buatku?

Tahu

Aku tahu kamu suka caramel machiato Aku tahu kamu lebih memilih paha ayam dari bagian lain Aku tahu kamu tak tahan pedas Tapi kamu, bahkan tak tahu kalau aku tak sanggup minum kopi

Tuan

Kemarin, ada yang berbeda dari hari-hariku. Ada yang kutunggu, sekedar pesan darimu atau waktu untuk bertemu. Rindu. Pernah sesayang itu. Hari ini, aku tak lagi menunggu. Pesanmu tak lagi jadi notifikasi favoritku. Dirimu berubah jadi biasa. Mungkin bukan kamu yang berubah, tapi perasaanku padamu.  Tuan, mari tak bertemu lagi di kesempatan manapun di masa depan. 

Apakah mau ku kamu?

dari percakapan panjang bersama kawanku pagi itu, dia seolah berkata "kok kamu tega sama diri kamu sendiri, cuma karena dia".  Aku mendengar terlalu banyak hal tentangmu dari kawanku ini. Hal-hal yang membuatku terkejut dan sedih. Kamu gitu ya sama aku. Ternyata nilaiku cuma segini dimatamu. Akupun bertanya pada diriku sendiri, "apa aku masih mau kamu? apa orang kayak kamu yang aku mau? Gimana kalau potensi baik yang aku lihat di kamu, bukan kamu yang sebenarnya. Tapi potensi baik dalam diriku sendiri. Aku berhenti karena aku berhak dicintai dengan layak. Aku berhak mendapatkan usaha, penghargaan, dan cinta yang setara. Aku menjadikanmu tujuan, tapi kamu entah melangkah kemana. Kita begitu berbeda. Aku sudah tak mau lagi. 

Mama Sayang (1)

Telfon ini menembus lautan Ma Bahkan kita yang berbeda pulau, bisa saling tatap begini Tapi rinduku Ma, seperti sebelum-sebelumnya masih belum terbayar tuntas Aku menatap lekat wajahmu, Ma Raut wajah, senyum, lesung pipi Aku berharap bisa melihatnya untuk waktu yang panjang dan lama Aku berharap Mama melihatku mencapai banyak hal dalam hidup Ma, selamat malam

Ketidakmungkinan

Ada banyak hal yang mungkin terjadi di dunia. Lalu aku dihadapkan pada ketidakmungkinan yang lain. 

Jatuh Cinta

Maka kuliah S3 ini adalah perjalananku mencari cinta. Tak sekedar romansa biasa, aku ingin jatuh cinta lagi pada hidup, yang membuatku bersemangat memulai hari. Mencintai pekerjaanku, mencintai diriku lagi. Aku akan jatuh cinta lagi, berkali-kali.

Mengecil

Setelah kemarin, tampaknya hatiku mengecil. Ketika dirimu mengetuk, ingin kubuka lagi kali ini. Engkau kupersilakan masuk, lalu memintamu duduk pada sedikit tempat yang masih ada. Hanya satu tempat, untukmu seorang.  Tapi, aku sungguh takut patah lagi. Akan sehancur apa nanti? Aku takut tak ada yang bersisa, bahkan hati buatku sendiri. Aku tak ingin jadi cangkang kosong.  Aku ingin mencintai hidupku lagi, bersemangat menghadapi hari seperti diriku yang dahulu.  Maka Tuan, perasaan ini kutahan. 

Tenggelam

Lalu apakah kamu tahu bahwa aku sengaja tak menatap matamu? Aku takut tenggelam di dalamnya

Salah paham

Diantara dua orang yang sedang salah paham.  A: aku harap kamu begini B: aku harap kamu memahami tindakanku begitu

Penting

Ada banyak hari yang dilewati, beberapa hari menjadi penting bagi kita. Karena penting maka perlu dirayakan. Maunya dirayakan bersama orang-orang yang menyayangi dan kita sayangi. Sayangnya tak semua hal bisa kita rayakan bersama. Aku tak bisa datang di hari pentingmu, kamupun begitu.

Takut

 Sepertinya aku takut jatuh cinta lagi Aku mencoba berkenalan dengan orang baru. Benar-benar tanpa ekspektasi apa-apa, malah dari awal aku tak bersemangat. Akupun hanya menjawab seadanya, bahkan aku seperti mencari-cari alasan agar tak berlanjut lebih jauh.  Apa aku lupa cara jatuh cinta? Aku takut jatuh cinta.  Aku tak ingin mengalaminya lagi. Bagaimana jika orang ini hanya main-main dengan perkataannya? Dia punya orang lain di hatinya. Lalu perasaan cintaku jadi hal remeh baginya, yang dia tertawakan bersama orang lain. Apa hatiku masih terluka karena kemarin? Apa masih sehancur itu?