dari percakapan panjang bersama kawanku pagi itu, dia seolah berkata "kok kamu tega sama diri kamu sendiri, cuma karena dia". Aku mendengar terlalu banyak hal tentangmu dari kawanku ini. Hal-hal yang membuatku terkejut dan sedih. Kamu gitu ya sama aku. Ternyata nilaiku cuma segini dimatamu. Akupun bertanya pada diriku sendiri, "apa aku masih mau kamu? apa orang kayak kamu yang aku mau? Gimana kalau potensi baik yang aku lihat di kamu, bukan kamu yang sebenarnya. Tapi potensi baik dalam diriku sendiri. Aku berhenti karena aku berhak dicintai dengan layak. Aku berhak mendapatkan usaha, penghargaan, dan cinta yang setara. Aku menjadikanmu tujuan, tapi kamu entah melangkah kemana. Kita begitu berbeda. Aku sudah tak mau lagi.